Fast Blinking Hello Kitty Cahaya Sains: BAB I PENDAHULUAN

Senin, 12 Mei 2014

BAB I PENDAHULUAN



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Spageti dibuat dengan menggunakan terigu sebagai bahan utama. Terigu mengandung gluten, yaitu protein yang membuat adonan menjadi elastis dan memungkinkan untuk mengembang. Sajian spageti yang diinginkan adalah tidak mudah putus saat dimakan. Ketika hendak disajikan, spageti direbus dalam air. Pada saat ini, air diabsorbsi oleh spageti. Kondisi fisis pengolahan ini (misalnya volume air, suhu air, lama perebusan, lama proses idle antara pengolahan dan penyajian) mungkin berpengaruh terhadap elastisitas spageti. Dalam praktikum yang akan dilakukan kali ini, kami menggunakan lama proses idle atau proses penirisan antara pengolahan dan penyajian spageti sebagai pengaruh elastisitas spageti.  Spageti mempunyai elastisitas yang mempunyai batas elastisitas itu sendiri. Artinya, spageti bisa putus ketika spageti tersebut ditarik secara terus menerus atau disebut titik patah.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas kami merumuskan sebuah masalah yaitu bagaimana pengaruh lama proses idle antara pengolahan dan penyajian terhadap elastisitas spageti?

C.    Tujuan Percobaan
Berdasarkan rumusan masalah di atas tujuan percobaan atau eksperimen ini adalah mengidentifikasi pengaruh lama proses idle antara pengolahan dan penyajian terhadap elastisitas spageti.

D.    Hipotesis
Semakin lama proses idle antara pengolahan dan penyajian, maka elastisitas spageti semakin berkurang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar