Fast Blinking Hello Kitty Cahaya Sains: BAB II KAJIAN TEORI

Senin, 12 Mei 2014

BAB II KAJIAN TEORI



BAB II
KAJIAN TEORI

Elastisitas adalah kemampuan suatu bahan untuk dapat mengembalikan keadaan awalnya, segera setelah gaya yang diberikan pada benda dihilangkan. Benda elastis adalah benda yang dapat kembali ke bentuk awal, setelah gaya yang diberikan pada benda dihilangkan. Contoh benda elastis: karet, pegas, baja, kayu. Ketika kamu menarik karet mainan sampai batas tertentu, karet tersebut bertambah panjang. Jika tarikanmu dilepaskan, maka karet akan kembali ke panjang semula. Demikian juga ketika dirimu merentangkan pegas, pegas tersebut akan bertambah panjang. tetapi ketika dilepaskan, panjang pegas akan kembali seperti semula. Apabila di laboratorium sekolah anda terdapat pegas, silahkan melakukan pembuktian ini. Regangkan pegas tersebut dan ketika dilepaskan maka panjang pegas akan kembali seperti semula. Hal itu disebabkan karena benda-benda tersebut memiliki sifat elastis. Elastis atau elastsisitas adalah kemampuan sebuah benda untuk kembali ke bentuk awalnya ketika gaya luar yang diberikan pada benda tersebut dihilangkan. Jika sebuah gaya diberikan pada sebuah benda yang elastis, maka bentuk benda tersebut berubah.
Untuk pegas dan karet, yang dimaksudkan dengan perubahan bentuk adalah pertambahan panjang. Gaya yang diberikan juga memiliki batas-batas tertentu yang disebut batas prposional atau daerah elastik yang kurvanya merupakan garis lurus, grafik dapat dilihat disamping. 





Gambar 1. Grafik Pengaruh Gaya terhadap Pertambahan Panjang

Setelah titik ini, grafik menyimpang dari garis lurus, dan tidak ada satu hubungan sederhana antara F dan ΔL. Meskipun demikian, sampai suatu titik yang lebih jauh sepanjang kurva yang disebut batas elastik, benda akan kembali ke panjangnya semula jika gaya dilepaskan. Daerah dari titik awal ke batas elastik disebut daerah elastic. Jika benda direnggangkan melewati batas elastic, ia memasuki dareah plastik benda tidak akan kembali ke panjang awalnya ketika gaya eksternal dilepaskan, tetapi tetap berubah bentuk secara permanen (seperti melengkungnya klip kertas). Perpanjangan maksimum dicapai pada titik patah. Gaya maksimum yang dapat diberikan tanpa benda tersebut patah disebut kekuatan ultimat dari materi tersbut. Sebuah karet bisa putus jika gaya tarik yang diberikan sangat besar, melawati batas elastisitasnya. Demikian juga sebuah pegas tidak akan kembali ke bentuk semula jika diregangkan dengan gaya yang sangat besar. Jadi benda-benda elastis tersebut memiliki batas elastisitas.
Besarnya pertambahan panjang sebuah benda tidak hanya bergantung pada gaya yang diberikan padanya, tetapi juga pada bentuk materi pembentuk dan dimensinya. Yaitu, konstanta k dapat dinyatakan dalam faktor-faktor tersebut. Jika kita membandingkan batang yang dibuat dari materi yang sama tetapi dengan panjang dan penampang lintang yang berbeda, ternyata untuk gaya yang sama, besarnya regangan sebanding dengan panjang awal dan berbanding terbalik dengan luas penampang lintang. Yaitu makin panjang benda, makin besar pertambahan panjangnya untuk suatu gaya tertentu dan makin tebal benda tersebut, makin kecil pertambahan panjangnya.
Regangan (strain) adalah perbandingan antara pertambahan panjang L terhadap panjang mula-mula (Lo). Regangan dinotasikan dengan ‘e’ dan tidak mempunyai satuan.
Dirumuskan sebagai berikut : E= ΔL/Lo




Tidak ada komentar:

Posting Komentar